Bukan Cuma Motor Listrik, Perusahaan Ini Malah Borong Bisnis Roda Tiga

Pasar kendaraan listrik Indonesia kembali mendapat sinyal menarik.

Ketika perhatian publik banyak tertuju pada mobil dan motor listrik, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) justru mengambil langkah ke segmen kendaraan roda tiga.

Pada 5 Oktober 2026, INPS resmi mengakuisisi 90% saham PT Tri Satria Indah Motor (TSIM) dengan nilai transaksi Rp5,8 miliar. TSIM merupakan main dealer kendaraan bermotor roda tiga merek APPKTM yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur.

Menariknya, langkah tersebut bukan sekadar ekspansi ke kendaraan roda tiga konvensional.

Sebelumnya, INPS telah menyampaikan rencana diversifikasi ke bisnis otomotif yang mencakup kendaraan roda tiga, termasuk kendaraan berbasis listrik (EV) beserta suku cadangnya.

Apakah ini tanda pasar kendaraan roda tiga listrik mulai dilirik pemain yang lebih besar?

INPS Akuisisi 90% Dealer Roda Tiga

Transaksi tersebut membuat INPS menjadi pemegang 90% saham TSIM, sementara 9% tetap dimiliki Jemmy Widjaja dan 1% dimiliki Liem Kiet Hiw.

Nilai transaksi mencapai Rp5,8 miliar dan telah dibayar lunas dalam dua tahap.

TSIM sendiri memiliki posisi sebagai main dealer kendaraan roda tiga merek APPKTM. Setelah transaksi selesai, TSIM menjadi anak usaha yang dikendalikan langsung oleh INPS dan laporan keuangannya akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan perseroan.

Bagi pasar, yang menarik bukan hanya nilai akuisisinya.

Tetapi segmen yang dipilih.

INPS secara resmi menyebut transaksi tersebut sebagai langkah pengembangan usaha ke bidang otomotif kendaraan bermotor roda tiga.

Kenapa Roda Tiga Mulai Dilirik?

Kendaraan roda tiga memiliki posisi yang cukup unik.

Di satu sisi, ukurannya lebih ringkas dibanding kendaraan roda empat.

Di sisi lain, kemampuan angkutnya lebih besar dibanding sepeda motor biasa.

Karakter tersebut membuat kendaraan roda tiga berpotensi digunakan untuk berbagai kebutuhan:

  • Pertanian dan perkebunan
  • Logistik jarak pendek
  • Distribusi desa
  • Pengangkutan barang
  • Operasional kawasan
  • Utility vehicle
  • Pengelolaan sampah

Ketika platform tersebut dikembangkan menjadi kendaraan listrik, peluang penggunaannya semakin menarik untuk sektor yang memiliki rute pendek dan pola perjalanan berulang.

Yang Menarik: INPS Sudah Bicara Kendaraan Listrik

Ini bagian yang membuat berita ini relevan dengan perkembangan EV Indonesia.

Dalam pemberitaan mengenai rencana diversifikasi INPS, perusahaan disebut menyiapkan ekspansi ke segmen kendaraan roda tiga, termasuk kendaraan berbasis listrik dan suku cadangnya.

Artinya, kendaraan roda tiga listrik mulai masuk radar perusahaan yang sebelumnya tidak secara khusus dikenal sebagai pemain utama di segmen tersebut.

Ini tentu belum berarti INPS sudah meluncurkan produk roda tiga listrik baru.

Namun langkah akuisisi dealer roda tiga memberikan basis distribusi dan jaringan pasar yang bisa menjadi modal untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Pasarnya Memang Mulai Menarik

Langkah INPS juga terjadi ketika industri kendaraan listrik Indonesia sedang berkembang.

Kementerian Perindustrian mencatat investasi industri kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia telah mencapai sekitar Rp30,4 triliun, dengan serapan sekitar 10.650 tenaga kerja langsung.

Yang menarik, investasi tersebut tidak hanya mencakup mobil dan motor, tetapi juga kendaraan roda dua dan roda tiga serta kendaraan komersial.

Artinya, kendaraan roda tiga bukan lagi sekadar segmen kecil yang berdiri sendiri.

Ia mulai menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas.

Apakah Ini Bisa Memicu Persaingan Baru?

Kemungkinan tersebut menarik untuk diperhatikan.

Jika semakin banyak perusahaan melihat kendaraan roda tiga sebagai peluang bisnis, persaingan dapat berkembang bukan hanya dari sisi produk, tetapi juga:

harga → jaringan dealer → aftersales → spare part → baterai → pembiayaan → hingga kendaraan listrik.

Bagi konsumen bisnis, perkembangan ini justru bisa menjadi kabar baik.

Semakin banyak pemain yang masuk, semakin besar kemungkinan munculnya pilihan kendaraan yang lebih beragam sesuai kebutuhan operasional.

Namun, perusahaan pengguna tetap perlu melihat total biaya kepemilikan, payload, baterai, charging, aftersales, dan ketersediaan spare part, bukan sekadar harga pembelian.

Lalu, Apa Dampaknya untuk Kendaraan Roda Tiga Listrik?

Jika tren ini berlanjut, kendaraan roda tiga listrik berpotensi semakin berkembang dari kendaraan niche menjadi salah satu solusi untuk operasional bisnis dan logistik jarak pendek.

Terlebih kebutuhan elektrifikasi tidak selalu harus dimulai dari kendaraan penumpang.

Perusahaan justru dapat melihat kendaraan listrik dari sisi produktivitas:

berapa barang yang bisa dibawa, berapa kilometer per hari, berapa lama kendaraan bekerja, dan berapa biaya operasionalnya.

Di sinilah kendaraan listrik roda tiga memiliki peluang.

Kendaraan tersebut tidak harus menggantikan semua kendaraan di perusahaan.

Cukup digunakan pada pekerjaan yang memang paling cocok untuk elektrifikasi.

Bukan Berarti Semua Roda Tiga Akan Jadi Listrik

Tetap perlu hati-hati membaca perkembangan ini.

Akuisisi INPS terhadap TSIM belum berarti seluruh bisnis roda tiga akan langsung beralih ke kendaraan listrik.

Yang sudah jelas adalah INPS telah mengambil posisi strategis di bisnis kendaraan roda tiga, sementara sebelumnya perusahaan juga telah menyampaikan rencana masuk ke segmen kendaraan roda tiga termasuk versi listrik.

Perkembangan produk dan strategi berikutnya masih perlu dilihat.

Justru di sinilah menariknya berita ini.

Pasarnya sedang bergerak.

Kesimpulan

Akuisisi 90% saham TSIM senilai Rp5,8 miliar oleh INPS menjadi salah satu sinyal menarik bagi perkembangan pasar kendaraan roda tiga di Indonesia.

Lebih menarik lagi, perusahaan sebelumnya telah menyatakan rencana diversifikasi ke kendaraan roda tiga yang mencakup kendaraan berbasis listrik.

Di tengah investasi EV Indonesia yang telah mencapai puluhan triliun rupiah, kendaraan roda tiga mulai mendapatkan perhatian sebagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik dan kendaraan komersial.

Jadi, kalau selama ini kendaraan listrik identik dengan motor dan mobil, mungkin sudah waktunya melihat segmen lain:

kendaraan roda tiga listrik.

Pasarnya memang belum sebesar mobil atau motor.

Tapi justru karena masih berkembang, ruang pertumbuhannya masih terbuka lebar.

Tertarik Mengembangkan Kendaraan Listrik untuk Operasional Bisnis?

Perkembangan industri kendaraan listrik menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak hanya berlaku untuk mobil dan sepeda motor. Kendaraan listrik roda tiga juga memiliki peluang besar untuk kebutuhan logistik, industri, utility, pergudangan, hingga operasional kawasan.

Matador Lectro menghadirkan solusi kendaraan listrik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional bisnis, termasuk kebutuhan angkutan barang, kendaraan utility, dan kendaraan listrik roda tiga custom.

Jika perusahaan Anda sedang mempertimbangkan elektrifikasi armada, jangan hanya melihat harga kendaraan. Tentukan terlebih dahulu payload, jarak tempuh, kondisi medan, jam operasional, dan kebutuhan body kendaraan.

Hubungi Matador Lectro dan konsultasikan kebutuhan kendaraan listrik untuk operasional bisnis Anda.

FAQ

Apakah INPS sudah meluncurkan kendaraan roda tiga listrik?
Belum dapat disimpulkan demikian. Yang sudah terjadi adalah INPS mengakuisisi 90% TSIM dan sebelumnya menyampaikan rencana diversifikasi ke kendaraan roda tiga termasuk kendaraan berbasis listrik.

Berapa nilai akuisisi TSIM oleh INPS?
Nilai transaksinya sebesar Rp5,8 miliar untuk 90% saham TSIM.

TSIM bergerak di bidang apa?
TSIM merupakan main dealer kendaraan bermotor roda tiga merek APPKTM dan berkedudukan di Sidoarjo, Jawa Timur.

Apakah kendaraan roda tiga punya peluang di pasar EV Indonesia?
Peluangnya cukup menarik, terutama untuk kebutuhan operasional, logistik, pertanian, perkebunan, utility, dan transportasi jarak pendek. Perkembangan investasi kendaraan listrik di Indonesia juga sudah mencakup kendaraan roda dua dan roda tiga.

Apa dampaknya bagi industri kendaraan listrik?
Masuknya pemain baru dapat memperluas persaingan, jaringan distribusi, pilihan produk, serta mendorong perkembangan ekosistem kendaraan roda tiga listrik.

Scroll to Top