Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Logistik: Benarkah Bisa Menekan Biaya Operasional?

Aktivitas logistik tidak selalu membutuhkan truk besar. Untuk pengiriman jarak dekat, distribusi barang di kawasan industri, pergudangan, hingga operasional internal perusahaan, kendaraan listrik roda tiga bisa menjadi alternatif yang lebih praktis.

Pertanyaannya: apakah kendaraan listrik roda tiga benar-benar bisa menekan biaya operasional logistik?

Jawabannya bisa ya, terutama jika kendaraan digunakan untuk rute pendek dan berulang. Namun, penghematan tetap bergantung pada jarak tempuh, beban, tarif listrik, kapasitas baterai, hingga biaya perawatan.

Mengapa Kendaraan Listrik Cocok untuk Logistik?

Kendaraan roda tiga memiliki keunggulan pada kapasitas angkut dan fleksibilitas. Dibandingkan motor roda dua, kendaraan ini dapat membawa barang lebih banyak sekaligus menyediakan area kargo berupa bak terbuka, box, atau konfigurasi khusus.

Untuk kebutuhan seperti:

  • Distribusi barang dalam kawasan industri
  • Pengiriman dari gudang ke toko
  • Logistik internal perusahaan
  • Pengangkutan spare part
  • Operasional gudang
  • Pengiriman jarak dekat

kendaraan listrik roda tiga dapat menjadi pilihan yang menarik.

Selain itu, kendaraan listrik tidak membutuhkan BBM dan sistem penggeraknya relatif lebih sederhana dibanding kendaraan bermesin pembakaran.

Benarkah Biaya Operasionalnya Lebih Murah?

Salah satu alasan utama perusahaan mulai mempertimbangkan kendaraan listrik adalah biaya energi.

Sebagai gambaran, PT Pos Indonesia melaporkan biaya operasional kendaraan per kurir turun dari sekitar Rp750 ribu menjadi Rp250 ribu per bulan setelah menggunakan kendaraan listrik. Angka tersebut menunjukkan potensi penghematan yang signifikan pada operasional logistik.

Penelitian lain pada sektor logistik juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik dapat memberikan keuntungan dari sisi Total Cost of Ownership (TCO), meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada pola penggunaan dan skema pengadaan kendaraan.

Artinya, jangan hanya menghitung harga beli kendaraan. Perusahaan perlu melihat biaya selama kendaraan digunakan.

Contoh Sederhana Perhitungan

Misalnya sebuah perusahaan menggunakan kendaraan untuk distribusi internal:

Jarak: 40 km/hari
Hari operasi: 26 hari/bulan
Total: sekitar 1.040 km/bulan

Dengan kendaraan BBM, biaya utama berasal dari konsumsi bensin dan perawatan mesin.

Sementara kendaraan listrik membutuhkan biaya listrik dan perawatan sistem kendaraan.

Semakin sering kendaraan digunakan untuk rute pendek dan berulang, semakin besar peluang perusahaan mendapatkan manfaat dari biaya energi yang lebih terkendali.

Namun, perhitungan sebenarnya harus memasukkan:

  • Konsumsi energi
  • Tarif listrik
  • Harga BBM pembanding
  • Biaya servis
  • Penggantian baterai
  • Ban dan spare part
  • Umur kendaraan
  • Downtime kendaraan

Inilah yang disebut Total Cost of Ownership (TCO).

Kendaraan Listrik Roda Tiga Bukan untuk Semua Logistik

Bukan berarti kendaraan listrik roda tiga otomatis menggantikan seluruh armada logistik.

Kendaraan ini lebih ideal untuk rute pendek, beban yang sesuai kapasitas, kecepatan operasional rendah, dan lokasi yang memiliki akses pengisian daya.

Untuk perjalanan jauh atau membawa muatan sangat berat, perusahaan mungkin membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi berbeda.

Karena itu, pemilihan kendaraan harus disesuaikan dengan pekerjaan sebenarnya.

Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli?

Sebelum membeli kendaraan listrik roda tiga untuk logistik, perusahaan sebaiknya menentukan:

  1. Berapa kilometer kendaraan berjalan setiap hari?
  2. Berapa berat rata-rata barang?
  3. Apakah menggunakan bak, box, atau konfigurasi khusus?
  4. Bagaimana kondisi jalan dan tanjakan?
  5. Berapa jam kendaraan digunakan?
  6. Kapan kendaraan dapat diisi daya?
  7. Berapa estimasi biaya perawatan dan penggantian baterai?

Dengan data tersebut, perusahaan dapat menghitung apakah kendaraan listrik benar-benar lebih ekonomis untuk operasionalnya.

Kesimpulan

Kendaraan listrik roda tiga untuk logistik berpotensi menekan biaya operasional, terutama untuk aktivitas distribusi jarak dekat dan logistik internal yang dilakukan secara rutin.

Tren elektrifikasi sektor logistik sendiri semakin berkembang. ITDP Indonesia mencatat adanya potensi efisiensi biaya melalui elektrifikasi kendaraan logistik dan menempatkan sektor logistik sebagai salah satu area penting dalam pengembangan green logistics.

Jadi, pertanyaannya bukan sekadar “kendaraan listrik lebih murah atau tidak?”, tetapi “apakah pola operasional perusahaan cocok menggunakan kendaraan listrik?”

Untuk kebutuhan industri, gudang, kawasan usaha, maupun distribusi internal, konfigurasi kendaraan yang tepat akan menentukan efisiensi sebenarnya.

Matador Lectro dapat membantu menyediakan solusi kendaraan listrik yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional, mulai dari kapasitas angkut, jarak tempuh, jenis bak atau box, hingga kebutuhan penggunaan di lapangan.

Butuh Kendaraan Listrik untuk Kebutuhan Logistik?

Setiap kebutuhan logistik memiliki karakter berbeda. Jarak tempuh, kapasitas muatan, kondisi medan, hingga jenis bak atau box perlu disesuaikan dengan aktivitas operasional.

Matador Lectro siap membantu menyediakan kendaraan listrik untuk kebutuhan logistik, distribusi, gudang, maupun operasional perusahaan.

Konsultasikan kebutuhan kendaraan listrik Anda bersama Matador Lectro dan temukan konfigurasi yang sesuai dengan aktivitas bisnis Anda.

Scroll to Top