Kendaraan Listrik Roda Tiga TKDN: Apa yang Wajib Dicek Sebelum Membeli?

Saat mencari kendaraan listrik roda tiga TKDN, banyak pembeli hanya melihat persentase TKDN yang tercantum pada produk. Padahal, untuk kebutuhan perusahaan maupun pengadaan, ada beberapa hal lain yang perlu diperiksa sebelum kendaraan dibeli.

TKDN bukan sekadar angka. Pembeli perlu memastikan bahwa produk dan dokumennya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengadaan dan regulasi yang berlaku.

Apa Itu TKDN pada Kendaraan Listrik?

TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri menunjukkan seberapa besar komponen atau nilai produksi dalam suatu produk berasal dari dalam negeri.

Untuk kendaraan listrik, TKDN menjadi salah satu aspek penting karena pemerintah terus mendorong peningkatan penggunaan komponen dalam negeri pada industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Berdasarkan roadmap yang ditetapkan pemerintah, kendaraan listrik roda dua dan roda tiga memiliki ketentuan minimum TKDN 40% sampai 2026, 60% pada 2027–2029, dan 80% mulai 2030.

Artinya, perusahaan yang berencana membeli kendaraan listrik perlu memperhatikan bukan hanya spesifikasi kendaraan, tetapi juga status TKDN produknya.

Kenapa TKDN Penting Saat Membeli?

TKDN menjadi semakin relevan ketika kendaraan digunakan untuk kebutuhan perusahaan, proyek, maupun pengadaan pemerintah.

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua kendaraan listrik yang dijual di Indonesia otomatis memiliki persentase TKDN yang sama.

Padahal, setiap produk dapat memiliki nilai dan dokumen TKDN yang berbeda.

Karena itu, pembeli sebaiknya meminta dokumen resmi sebagai dasar verifikasi.

5 Hal yang Wajib Dicek

1. Persentase TKDN

Pertama, periksa berapa persentase TKDN produk yang ditawarkan.

Jangan hanya mengandalkan informasi dari brosur atau marketplace. Untuk kebutuhan pengadaan, gunakan dokumen resmi sebagai dasar pemeriksaan.

2. Sertifikat atau Dokumen Pendukung

Pastikan supplier dapat menunjukkan dokumen TKDN yang relevan.

Dokumen tersebut penting untuk memastikan bahwa angka TKDN yang ditawarkan memang berkaitan dengan produk yang akan dibeli.

3. Identitas Produk

Periksa kesesuaian antara dokumen dan kendaraan.

Model, tipe, atau identitas produk harus jelas sehingga tidak terjadi kondisi ketika dokumen TKDN digunakan untuk produk yang berbeda.

4. Spesifikasi Kendaraan

TKDN tinggi tidak otomatis berarti kendaraan paling cocok untuk kebutuhan operasional.

Tetap periksa:

  • Kapasitas angkut
  • Jarak tempuh
  • Kapasitas baterai
  • Daya motor
  • Kemampuan menanjak
  • Dimensi kendaraan
  • Sistem pengereman
  • Waktu pengisian

5. Layanan Purna Jual

Jangan berhenti pada sertifikat.

Untuk kendaraan operasional, ketersediaan spare part, teknisi, garansi, dan layanan purna jual juga sangat menentukan biaya serta kelangsungan penggunaan kendaraan.

TKDN Tinggi Belum Tentu Kendaraannya Cocok

Ini bagian yang sering dilupakan.

Misalnya perusahaan membutuhkan kendaraan untuk mengangkut barang seberat 300 kg dengan rute berbukit. Kendaraan dengan TKDN tinggi tetap tidak tepat jika kapasitas angkut atau kemampuan motor tidak sesuai.

Jadi, urutannya sebaiknya:

Kebutuhan operasional → spesifikasi kendaraan → dokumen TKDN → harga → layanan purna jual.

Dengan cara ini, perusahaan tidak hanya membeli kendaraan karena mengejar persentase TKDN, tetapi mendapatkan kendaraan yang benar-benar bisa digunakan.

Bagaimana Cara Memilih Supplier?

Supplier kendaraan listrik roda tiga sebaiknya mampu menjelaskan produk secara transparan, termasuk spesifikasi, baterai, kapasitas muatan, garansi, spare part, hingga dokumen TKDN apabila produk tersebut memiliki sertifikasi terkait.

Untuk kebutuhan perusahaan atau pengadaan dalam jumlah tertentu, pembeli juga dapat meminta penawaran resmi dan dokumentasi produk sebelum melakukan pembelian.

Kesimpulan

Kendaraan listrik roda tiga TKDN semakin relevan untuk kebutuhan perusahaan dan pengadaan di Indonesia.

Namun, jangan memilih hanya berdasarkan angka TKDN. Pastikan dokumen, identitas produk, spesifikasi, harga, garansi, dan layanan purna jual semuanya sesuai.

Dengan pemeriksaan yang tepat, kendaraan listrik roda tiga tidak hanya memenuhi aspek TKDN, tetapi juga dapat benar-benar mendukung kebutuhan operasional perusahaan.

Butuh Kendaraan Listrik Roda Tiga TKDN?

Matador Lectro siap membantu menyediakan solusi kendaraan listrik untuk kebutuhan operasional perusahaan, logistik, industri, kawasan, maupun pengadaan.

Konsultasikan kebutuhan kapasitas, jarak tempuh, jenis kendaraan, dan persyaratan TKDN Anda bersama Matador Lectro untuk mendapatkan solusi yang sesuai.

Scroll to Top