Industri kendaraan listrik Indonesia memasuki tahap baru.
Setelah investasi besar masuk ke sektor kendaraan listrik dan manufaktur baterai, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar membangun fasilitas produksi. Industri juga harus memastikan baterai yang diproduksi di dalam negeri dapat terserap oleh pasar dan terhubung dengan rantai pasok kendaraan listrik nasional.
Pada September 2026, fasilitas produksi baterai yang dikembangkan oleh PT Indonesia Battery Corporation (IBC) bersama Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) di Karawang, Jawa Barat, mulai menjadi bagian penting dari perkembangan ekosistem baterai kendaraan listrik Indonesia.
Pemerintah kemudian mendorong industri otomotif untuk meningkatkan penyerapan baterai produksi dalam negeri. Langkah tersebut dinilai penting agar investasi baterai dapat berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti hanya pada pembangunan fasilitas produksi.
Lantas, apa dampaknya bagi industri kendaraan listrik, termasuk kendaraan listrik roda tiga?
Baterai Lokal Mulai Menjadi Bagian dari Ekosistem EV
Selama ini, pembahasan industri kendaraan listrik Indonesia sering berfokus pada produksi kendaraan.
Padahal, kendaraan listrik membutuhkan rantai pasok yang jauh lebih luas.
Mulai dari:
- Bahan baku
- Material baterai
- Battery cell
- Battery pack
- Motor listrik
- Controller
- BMS
- Charger
- Komponen kendaraan
- Infrastruktur charging
- Hingga layanan purnajual
Karena itu, keberadaan fasilitas produksi baterai di dalam negeri menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem EV dari hulu hingga hilir.
Kementerian Perindustrian juga menyatakan Indonesia memiliki peluang membangun rantai industri EV secara utuh, mulai dari pengolahan bahan baku, manufaktur baterai dan battery pack, produksi kendaraan, pasar domestik, hingga daur ulang baterai.
Tantangan Berikutnya: Baterainya Harus Terserap
Membangun pabrik baterai adalah satu hal.
Memastikan baterai tersebut digunakan oleh industri adalah hal lain.
Bisnis.com melaporkan bahwa pemerintah mendorong industri otomotif untuk meningkatkan penyerapan baterai EV produksi dalam negeri dari fasilitas IBC-CATL di Karawang. Kepastian pasar disebut menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan investasi.
Artinya, perkembangan industri baterai tidak cukup hanya dilihat dari kapasitas produksinya.
Yang juga perlu diperhatikan adalah:
Siapa yang membeli baterai tersebut?
Untuk kendaraan apa baterai tersebut digunakan?
Apakah spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan kendaraan?
Seberapa besar komponen lokal yang dapat digunakan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan seberapa jauh industri baterai lokal dapat terintegrasi dengan industri kendaraan listrik Indonesia.
Kenapa Ini Penting untuk Kendaraan Listrik Roda Tiga?
Kendaraan listrik roda tiga merupakan salah satu segmen kendaraan komersial yang membutuhkan battery pack sesuai kebutuhan aplikasi.
Berbeda dengan kendaraan penumpang, kendaraan roda tiga biasanya digunakan berdasarkan fungsi.
Misalnya untuk:
- Logistik
- Gudang
- Industri
- Pengangkutan sampah
- Distribusi
- Utility
- Perkebunan
- Operasional kawasan
Kebutuhan setiap aplikasi bisa berbeda.
Kendaraan untuk mengangkut barang di gudang mungkin membutuhkan konfigurasi berbeda dengan kendaraan yang digunakan untuk pengangkutan sampah.
Karena itu, perkembangan industri baterai lokal berpotensi memberikan ruang lebih besar untuk pengembangan battery pack yang disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan.
Battery Cell dan Battery Pack Itu Berbeda
Dalam pembahasan baterai kendaraan listrik, istilah battery cell dan battery pack sering dianggap sama.
Padahal keduanya berbeda.
Battery cell adalah unit dasar penyimpan energi.
Beberapa cell kemudian dapat disusun menjadi modul dan akhirnya menjadi battery pack yang digunakan pada kendaraan.
Battery pack juga tidak hanya terdiri dari sel baterai.
Di dalamnya dapat terdapat:
- Battery Management System atau BMS
- Sistem proteksi
- Wiring
- Busbar
- Housing atau case
- Sistem pendinginan, tergantung desain
- Konektor
- Sensor
Karena itu, peningkatan industri baterai lokal juga dapat membuka peluang bagi industri komponen pendukung battery pack.
TKDN Membuat Komponen Lokal Semakin Penting
Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan TKDN kendaraan listrik.
Kementerian Perindustrian menyampaikan target TKDN kendaraan listrik hingga 80% pada 2030, dengan peningkatan struktur industri dalam negeri sebagai salah satu tujuannya.
Ketentuan yang berlaku menetapkan minimum TKDN KBL berbasis baterai sebesar 40% untuk 2022–2026, meningkat menjadi 60% pada 2027–2029, dan 80% mulai 2030.
Perubahan tersebut membuat industri komponen lokal semakin penting.
Bukan hanya kendaraan yang perlu diproduksi di Indonesia.
Rantai pasok di belakang kendaraan juga perlu berkembang.
Baterai Bukan Satu-Satunya Komponen yang Bisa Dilokalkan
Menariknya, pembahasan lokalisasi baterai sekarang mulai bergeser ke komponen pendukung.
Bloomberg Technoz melaporkan bahwa industri komponen sedang mempersiapkan peningkatan lokalisasi untuk memenuhi target TKDN 60%.
Salah satu contohnya adalah battery case.
Komponen tersebut mungkin terlihat sederhana dibandingkan battery cell, tetapi memiliki fungsi penting sebagai bagian dari struktur dan perlindungan battery pack.
Ini menunjukkan bahwa ekosistem baterai memiliki banyak lapisan.
Tidak hanya produsen cell.
Ada peluang untuk:
- Battery case
- Housing
- Bracket
- Kabel
- Connector
- BMS
- Komponen pendingin
- Komponen proteksi
- Sistem charging
Semakin dalam rantai pasok lokal berkembang, semakin banyak industri yang dapat terlibat.
Industri Kecil dan Menengah Juga Bisa Masuk
Peluang tersebut tidak hanya terbuka bagi perusahaan besar.
Kementerian Perindustrian secara khusus mendorong IKM masuk ke rantai pasok kendaraan listrik nasional. Pemerintah menyebut IKM komponen sebagai salah satu bagian yang dapat memperkuat struktur industri kendaraan listrik di dalam negeri.
Dalam konteks battery pack, misalnya, perusahaan lokal dapat mengambil peran pada komponen tertentu tanpa harus memproduksi battery cell.
Ini menciptakan peluang untuk membangun ekosistem pemasok lokal yang lebih luas.
Bagaimana Dampaknya bagi Harga Kendaraan Listrik?
Ini bagian yang menarik.
Ketika produksi komponen dan baterai semakin terlokalisasi, secara industri ada peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok impor.
Namun, bukan berarti harga kendaraan listrik otomatis langsung turun.
Harga kendaraan tetap dipengaruhi oleh banyak faktor:
- Harga battery cell
- Material
- Kurs
- Volume produksi
- Biaya manufaktur
- Komponen kendaraan
- Distribusi
- Pajak
- Biaya pengembangan
- Skala ekonomi
Karena itu, dampak baterai lokal terhadap harga kendaraan perlu dilihat dalam jangka lebih panjang.
Yang lebih jelas adalah meningkatnya kemampuan industri untuk membangun rantai pasok di dalam negeri.
Baterai LFP dan NMC Tidak Selalu Sama
Perkembangan industri baterai juga menarik karena teknologi baterai kendaraan listrik tidak hanya satu jenis.
Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah LFP atau Lithium Iron Phosphate.
Teknologi lain yang umum dibahas dalam industri EV adalah NMC atau Nickel Manganese Cobalt.
BYD, misalnya, masih menggunakan baterai LFP untuk kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia meskipun perusahaan mulai mengembangkan perakitan baterai di Indonesia.
Pemilihan teknologi baterai bergantung pada kebutuhan kendaraan dan karakteristik aplikasinya.
Untuk kendaraan komersial, pertimbangan seperti siklus penggunaan, kapasitas, keamanan, berat, biaya, dan kebutuhan operasional menjadi penting.
Untuk Kendaraan Roda Tiga, Yang Penting Bukan Sekadar Kapasitas
Misalnya ada dua battery pack:
Battery A: kapasitas lebih besar.
Battery B: kapasitas lebih kecil tetapi lebih sesuai dengan pola kerja kendaraan.
Belum tentu Battery A menjadi pilihan yang lebih tepat.
Jika kendaraan hanya digunakan untuk perjalanan pendek dengan kesempatan charging yang rutin, kapasitas baterai yang terlalu besar dapat menambah bobot dan biaya tanpa memberikan manfaat yang sebanding.
Sebaliknya, kendaraan yang digunakan jauh dari sumber listrik mungkin membutuhkan kapasitas lebih besar.
Karena itu, battery pack harus dirancang berdasarkan use case.
Battery Pack Custom Semakin Relevan
Perkembangan industri baterai lokal juga membuat pembahasan mengenai battery pack custom semakin relevan.
Kendaraan komersial memiliki kebutuhan yang sangat beragam.
Misalnya:
Logistik:
membutuhkan kombinasi kapasitas angkut dan jarak tempuh.
Utility:
membutuhkan fleksibilitas dan durasi penggunaan.
Pengangkutan sampah:
membutuhkan kemampuan membawa beban dengan siklus operasi berulang.
Industri:
membutuhkan reliability dan kemudahan maintenance.
Dalam kondisi seperti ini, konfigurasi battery pack harus mengikuti kebutuhan kendaraan.
Parameter seperti tegangan, kapasitas Ah, energi kWh, BMS, ukuran pack, sistem charging, dan kebutuhan instalasi perlu diperhitungkan sejak awal.
Indonesia Sedang Membentuk Rantai Industri dari Hulu ke Hilir
Perkembangan baterai lokal sebenarnya merupakan bagian dari perubahan yang lebih besar.
Indonesia ingin membangun industri EV bukan hanya sebagai negara perakit kendaraan.
Rantai industrinya diarahkan mulai dari bahan baku hingga daur ulang.
Kementerian Perindustrian secara eksplisit menyebut rantai tersebut mencakup pengolahan bahan baku, manufaktur baterai dan battery pack, manufaktur kendaraan, pasar domestik, hingga industri daur ulang baterai.
Jika rantai ini semakin terintegrasi, maka peluang industri lokal juga semakin luas.
Bagaimana dengan Baterai Bekas?
Ketika produksi dan penggunaan baterai meningkat, satu masalah lain juga ikut muncul: baterai yang sudah mencapai akhir masa pakai.
Kementerian Lingkungan Hidup memperkirakan timbulan baterai bekas kendaraan listrik dapat mencapai puncaknya sekitar 2040 jika penggunaan EV berkembang sesuai target, dengan usia baterai yang diperkirakan sekitar 5–8 tahun.
Karena itu, pembangunan industri EV juga membutuhkan sistem pengelolaan baterai bekas.
Pengembangan industri daur ulang baterai bahkan sudah didorong sebagai bagian dari ekosistem EV nasional.
Dengan demikian, siklus baterai tidak berhenti ketika baterai keluar dari kendaraan.
Ada fase:
Produksi → digunakan → diperiksa → digunakan kembali atau didaur ulang.
Apa Artinya untuk Pelaku Bisnis?
Bagi perusahaan yang ingin menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional, perkembangan baterai lokal dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Namun, jangan hanya bertanya:
“Apakah baterainya buatan Indonesia?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
- Siapa produsen baterainya?
- Apa jenis cell yang digunakan?
- Berapa kapasitasnya?
- Bagaimana BMS-nya?
- Bagaimana garansinya?
- Berapa estimasi siklus baterai?
- Bagaimana sistem charging?
- Apakah spare part tersedia?
- Apakah battery pack bisa diservis?
- Bagaimana layanan purnajualnya?
Dengan pertanyaan tersebut, perusahaan dapat melihat baterai sebagai bagian dari aset operasional, bukan hanya komponen kendaraan.
Kesimpulan
Mulainya produksi baterai kendaraan listrik di dalam negeri menjadi perkembangan penting bagi ekosistem EV Indonesia.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan baterai lokal tersebut dapat terserap oleh industri otomotif dan terhubung dengan rantai pasok kendaraan listrik.
Peningkatan TKDN juga membuat lokalisasi komponen semakin penting, mulai dari battery pack hingga komponen pendukung seperti battery case.
Untuk kendaraan listrik roda tiga, perkembangan tersebut membuka ruang bagi pengembangan kendaraan dan battery pack yang semakin sesuai dengan kebutuhan industri.
Karena pada akhirnya, kendaraan listrik untuk bisnis bukan hanya soal memiliki baterai.
Yang lebih penting adalah apakah baterai tersebut sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan kendaraan setiap hari.
Butuh Battery Pack Lithium untuk Kendaraan Listrik?
Matador Lectro menyediakan solusi battery pack lithium dan kendaraan listrik untuk kebutuhan industri, logistik, utility, distribusi, dan kendaraan custom.
Konsultasikan kebutuhan tegangan, kapasitas, BMS, dimensi battery pack, hingga pola penggunaan kendaraan untuk mendapatkan konfigurasi yang sesuai dengan kebutuhan operasional.
- Email Resmi: info@lectro.asia
- Situs Web: www.lectro.asia
- Hotline WhatsApp: +62 821-4180-5782