SPKLU, singkatan dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum PLN, berperan penting dalam menyediakan layanan pengisian daya baterai kendaraan listrik bagi masyarakat Indonesia. Stasiun ini menawarkan beberapa soket colokan yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan listrik, seperti AC charging, DC charging CHAdeMo, dan DC charging Combo tipe CCS2.
Kendaraan listrik di Indonesia umumnya dilengkapi dengan tiga tipe soket colokan listrik yang berbeda. Proses pengisian daya di SPKLU memerlukan waktu antara 30 hingga 90 menit, tergantung pada kapasitas baterai dan jenis kendaraan listrik yang sedang diisi ulang.
Demi mendukung penetrasi kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah membangun lebih dari 150 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah pemilik kendaraan listrik dalam melakukan pengisian daya baterai kendaraan mereka.
Saat ini, pemerintah tengah aktif mempromosikan pengembangan kendaraan listrik. Untuk menarik minat masyarakat agar beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang memberikan keuntungan bagi pemilik kendaraan listrik, seperti regulasi pembebasan biaya pajak kendaraan bermotor khusus untuk kendaraan listrik.
Biaya Charge Listrik Mobil Di SPKLU
SPKLU di Indonesia menyediakan daya mulai dari 22 kW hingga 150 kW, yang disesuaikan khusus untuk pengisian mobil listrik. Pengguna tidak perlu khawatir tentang soket colokan, karena SPKLU menyediakan tiga tipe soket colokan, termasuk AC charging, DC charging CHAdeMo, dan DC charging Combo tipe CCS2.
Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk mengisi daya baterai mobil listrik hingga penuh di SPKLU adalah 30 hingga 90 menit, tergantung pada kapasitas baterai kendaraan listrik yang digunakan.
Biaya charge mobil listrik di SPKLU terbilang terjangkau. Sebagai contoh, untuk kendaraan dengan kapasitas baterai 26,7 kWh, biaya pengisian daya dari 0 persen hingga 100 persen hanya sekitar Rp65.000, dengan harga per kWh listrik di SPKLU sekitar Rp1.500. Dengan kapasitas baterai tersebut, kendaraan listrik dapat menempuh jarak hingga 200 kilometer, setara dengan pemakaian 20 liter bensin, yang jika dirupiahkan, harganya mencapai Rp250.000.
Pengisian daya di SPKLU biasanya dilakukan saat kendaraan melakukan perjalanan jauh, seperti ke luar kota. Selain itu, pengisian daya kendaraan listrik juga dapat dilakukan di rumah.